hanya untuk sekedar menulis


membulatkan tekad mungkin hal yang mudah untuk ditetapkan dalam hati
namun ketika tangan dan kaki harus bergerak selaras dengan itu
maka godaan yang menanti jauh lebih besar
waktu seolah tak lagi menjadi pendukung setia
aku sering kali lupa bahwa aku belum mengukirkan satu kata pun dari dimenasi imajiku
menyapa kawan dalam teks singkat pun terkdang luput dari perhatianku
menulis sebait harap pun kini tak lagi menjadi rutinitasku
semoga kealpaan ini mulai berakhir dan takkan bermula kembali..

0 comments: