Dialog Hati


Dalam keributan yang membahana di telingaku
 Kutemukan sebuah kesadaran dan kenyataan
Dalam sebuah kemarahan yang membuncah di dadaku
 Kutemukan segumpal maaf yang hadir dalam kecintaan

Dalam sebuah perenungan panjang,
 kutemukan sebuah kunci dalam ruang
  kutemukan bahwa yang kubutuhkan hanya setitik keberanian yang hilang
 kutemukan bahwa tangis takkan menyisakan apa pun
  selain ketakutan dan keputusasaan
 kutemukan bahwa kesendirian menjadi kawan terbaik
  meski bergandengan dengan kenyerian yang menggigit

Dalam kesadaran sesaat,
 kudapatkan jawaban singkat untuk sebuah pertanyaan seumur hidup
 kudapatkan obat bagi luka yang mengiris hati terlalu dalam
 kudapatkan penawar untuk hati yang melara
 kudapatkan keceriaan dalam jiwa yang berselubung kabut duka
dan
kudapatkan sebuah keberaniaan untuk membuatku memilih jalan tersulit yang singkat yang membuatku mendapatkan semuanya

Namun di waktu yang sama aku disergap keraguan,
 tidakkah ini hanya akan melukaiku kian dalam?
 tidakkah ini hanya akan memperpanjang kepedihanku?
 tidakkah ini membuatku kian terpuruk dalam lara?
  dan
tidakkah aku kan kehilangan semuanya bersama sisa asa yang kupunya..

Kini bersama kebimbangan dan segumpal keberanian
 kupilih jalanku..
  jalan yang kan menjadi akhir segalanya
  menjadi penentu untuk semua rasa
  jalan yang menjadi pertaruhan terakhir untuk mimpiku
  menjadi penutup yang tak ku tahu ujungnya
 ku putuskan memilih langkah yang ditunjuk keberanian,
  dengan setiap kerikil yang membayang
  dengan setiap sulur tajam yang menjulur
  dengan setiap bara yang membakar
 namun inilah jalanku meski takkan ku tahu akhirnya
Aku hanya berharap ini bukanlah awal penyesalan
 tetapi intro sebuah orkes ketakjuban untuk kebahagiaan panjang
Semoga…
Makassar, 27 Oktober 2007
20:11
In front of my computer

0 comments: